Ditolak Warga, Helldy Tak Berdaya

  • Bagikan
Protes warga
Protes warga

Helldy pun akhirnya menghentikan sementara pungutan parkir di Pasar Kranggot. Hal tersebut lantaran munculnya gejolak masyarakat terkait pungutan parkir di pasar tradisional terbesar Cilegon yang berlokasi di Kecamatan Jombang tersebut.

Dimana para pedagang di pasar rakyat Itu menolak kehadiran pengelola dan juru parkir melalui spanduk bernada kritik yang ditujukan kepada Pemkot Cilegon dan pengelola parkir yakni PT Kujang Sakti Siliwangi (KSS).

“Seluruh masyarakat menolak keras adanya Jukir PT KSS di Pasar Kranggot,” bunyi salah satu spanduk.

Walikota Cilegon memutuskan menghentikan sementara aktivitas pungutan parkir yang membuat resah masyarakat tersebut.

Keputusan itu diambil usai rapat lintas OPD bersama Sekda Cilegon, Maman Mauludin, Kepala Dishub, Uteng Dedi Apendi, Plt. Kepala Disperindag, Safrudin,  Kadis Satpol PP, Juhadi M Syukur dan Kabag Hukum, Agung Setiabudi, di Ruang Rapat Walikota, Kamis (29/7/2021).

Helldy mengatakan, pungutan parkir yang telah berjalan dalam beberapa hari itu hanya bersifat sementara karena Pemkot Cilegon sedang fokus pada penanganan Covid-19.

Baca juga: 500 Warga Citangkil Terima BTS KEMENSOS

“Jadi nanti kalau covid sudah mereda, ada tim yang akan melakukan kajian lebih lanjut dan lebih detail, bahkan bukan cuma Kranggot, semua potensi lahan parkir yang ada di Kota Cilegon akan kita data berapa banyak,” kata Helldy melalui siaran pers, Kamis (27/7/2021).

Menurut Helldy, pada dasarnya Pemkot Cilegon ingin melindungi masyarakat dari pungutan liar parkir yang marak di pasar tersebut.

Kedepan, lanjutnya, Pemkot Cilegon tetap akan memberlakukan satu pintu pembayaran parkir di Pasar Kranggot.

Namun sebelum hal itu dilaksanakan, pihaknya akan melakukan kajian secara mendalam agar tidak menyalahi peraturan.

Dishub Tak Koordinasi?

Sementara itu Kepala Dishub, Uteng Dedi Apendi menjelaskan, penerapan parkir tersebut merupakan inisiatif jajaran Dishub untuk menaikan PAD Cilegon.

“Tujuannya untuk menaikan PAD Kota Cilegon, akan tetapi kami belum koordinasi dengan Pak Wali, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Uteng mengatakan, penataan parkir di pasar tersebut ditujukan untuk kenyamanan masyarakat saat berbelanja.

“Dengan adanya parkir yang dikelola dengan baik ini nantinya akan menguntungkan masyarakat,” kata dia.

Selain pembayaran yang satu pintu, juga penataan parkir lebih rapih, sehingga masyarakat nyaman apabila ingin berbelanja.

“Dan bila nanti masyarakat belum sampai 10 menit berada di pasar itu tidak perlu bayar parkir,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Translate »